Senin, 07 November 2011

Budaya bahasa di POMOSDA

Bagi santri pomosda khususnya cowok ya, pasti tau gimana bahasanya, emang pas awal-awal dibilangin pada manut semua pake bahasa, tapi pas lupa gimana?haha itu emang hal biasa
banyak yang bilang saya belum bisa bahasa, tapi kenapa gak ada usaha? pertanyaannya disitu, itukan juga nguntungin kalian juga biar bisa ngomong sama orang aussy gitu yang paling deket ya semoga pomosda bahasanya dipake, kenapa harus " bahasa" yang di ungkap??? karena dengan memakai bahasa (arab dan Inggris) kita bisa melakukan hal-hal yang diluar bisa mudah. Contohnya  untuk melamar kerja juga bahasa yang diprioritaskan, semoga bermanfaat untuk semua amien yarob.
READ MORE - Budaya bahasa di POMOSDA

Pengerjaan lomba oleh para santri POMOSDA dalam rangka peringatan idul adha

Para santri POMOSDA diberi tugas - tugas lomba dari ksp, dan kebanyakan santri 'keteteran' sebab mengikuti lebih dari 1 lomba, tapi sebenarnya itu bukan masalah, hanya karn para santri yang tidak bisa membagi waktunya dengan baik, padahal pada malam hari kosong melompong, jadi untuk sarannya, para santri harus bisa membagi waktu dengan baik, dan lebih semangat dalam mengerjakan suatu pekerjaan agar sesuatu yang dituju dapat tercapai dengan hasil yang maksimal memang dari beberapa lomba terdapat lomba lomba yang sangatbmemmerlukan kerja sama yang baik seperti halnya lomba mading, blog, pembuatan layang-layang, akan tetapi dari lomba-lomba tadi  madinglah yang sangat memerlukan perhatian khusus, nah ini dia??? salah satu yang membuat para santriwan pada loyo, mereka mengerjakan mading hingga malam hari karena besok adalah penilaian. Sungguh melelahkan,akan tetapi kerja keras mereka terbayar juga dengan hasil yang lumayan memuaskan ternyata???? dengan mereka bekerja sama dan kompak dapat menghasilkan mading yang lumayan enak dilihat dan dibaca.
READ MORE - Pengerjaan lomba oleh para santri POMOSDA dalam rangka peringatan idul adha

Jumat, 04 November 2011

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

1bulu1kebaikan | fimadani
READ MORE - 7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha

Kamis, 03 November 2011

Hukum-hukum dan Adab-adab Yang Terkait dengan Orang yang Berqurban

1. Syariat berqurban adalah umum, mencakup lelaki, wanita, yang telah berkeluarga, lajang dari kalangan kaum muslimin, karena dalil-dalil yang ada adalah umum.


2. Diperbolehkan berqurban dari harta anak yatim bila secara kebiasaan mereka menghendakinya. Artinya, bila tidak disembelihkan qurban, mereka akan bersedih tidak bisa makan daging qurban sebagaimana anak-anak sebayanya. (Asy-Syarhul Mumti’, 3/427)


3. Diperbolehkan bagi seseorang berhutang untuk berqurban bila dia mampu untuk membayarnya. Sebab berqurban adalah sunnah dan upaya menghidupkan syi’ar Islam. (Syarh Bulugh, 6/84, bagian catatan kaki)


Al-Lajnah Ad-Da`imah juga mempunyai fatwa tentang diperbolehkannya menyembelih qurban walaupun belum dibayar harganya. (Fatawa Al-Lajnah, 11/411 no. fatwa 11698)


4. Dipersyaratkan hewan tersebut adalah miliknya dengan cara membeli atau yang lainnya. Adapun bila hewan tersebut hasil curian atau ghashab lalu dia sembelih sebagai qurbannya, maka tidak sah.


إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ‏‎ ‎إلاَّ طَيِّبًا


“Sesungguhnya Allah itu Dzat yang baik tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim no. 1015 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)


Begitu pula bila dia menyembelih hewan orang lain untuk dirinya, seperti hewan gadaian, maka tidak sah.


5. Bila dia mati setelah men-ta’yin hewan qurbannya, maka hewan tersebut tidak boleh dijual untuk menutupi hutangnya. Namun hewan tersebut tetap disembelih oleh ahli warisnya.


6. Disunnahkan baginya untuk menyembelih qurban dengan tangannya sendiri dan diperbolehkan bagi dia untuk mewakilkannya. Keduanya pernah dikerjakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana hadits:


ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ


“Rasulullah menyembelih kedua (kambing tersebut) dengan tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)


Juga hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang telah lewat, di mana beliau diperintah oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menangani unta-untanya.


7. Disyariatkan bagi orang yang berqurban bila telah masuk bulan Dzulhijjah untuk tidak mengambil rambut dan kukunya hingga hewan qurbannya disembelih.


Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَأَرَادَ‏‎ ‎أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ‏‎ ‎يَأْخُذْ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ‏‎ ‎أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى‎ ‎يُضَحِّيَ



“Apabila telah masuk 10 hari pertama (Dzulhijjah) dan salah seorang kalian hendak berqurban, maka janganlah dia mengambil rambut dan kukunya sedikitpun hingga dia menyembelih qurbannya.” (HR. Muslim no. 1977)
READ MORE - Hukum-hukum dan Adab-adab Yang Terkait dengan Orang yang Berqurban

Takbiran Yuuuk !!!!!




"Semut" mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H



Allah huakbar...
Allah huakbar...
Allah huakbar...lailahailallah huallah huakbar...allahuakbar walillah hiliam....
Allah huakbar...
Allah huakbar...
Allah huakbar...lailahailallah huallah huakbar...allahuakbar walillah hiliam....


Allah huakbar...
Allah huakbar...
Allah huakbar...lailahailallah huallah huakbar...allahuakbar walillah hiliam....
READ MORE - Takbiran Yuuuk !!!!!

Template by:
Free Blog Templates